ASAL MULA FILSAFAT....?

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7158622926600462681#editor/target=post;postID=9116077845006200547;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postname

BAGAIMANA ASAL MULA FILSAFAT




Beberapa hal yang melahirkan seseorang berfilsafat, yaitu :

A. Ketakjuban (Thaumasia).
Ketakjuban atau kekaguman, keheranan pada objek disekitarnya. Ketakjuban hanya mungkin dialami oleh mahluk yang berakal budi. Dari ketakjuban menurut Aristoteles adalah awal manusia berpikir. Objek kejakjuban terbatas pada objek yang bisa ditangkap oleh indera manusia termasuk akal budi.

B. Ketidakpuasan.
Penjelasan peristiwa serta sifat-sifatnya yang terjadi di alam pada mulanya didasrkan pada mitos yang irasional. Kemudian orang mulai tidak puas dan mencari penjelasan yang lebih pasti dan menyakinkan. Manusia mulai menggunakan rasio (akal) untuk bisa menjelaskan peristiwa dan sifat alam tersebut. Penjelasan dengan rasio/akal budi melahirkan filsafat.

C. Hasrat ingin tahu.
Ketakjuban manusia telah melahirkan pertanyaan-pertanyaan dan ketidakpuasan untuk memahami. Kesemuanya membuat ingin tahu dan mulai melakukan pengamatan, penyelidikan, penelitian. Keingintahuan tidak hanya pada wujudnya saja, tetapi juga terarah pada dasar dan kahekatnya. Kengintahuan juga lebih luas sampai manusia puas akan apa/objek yang ingin diketahui.

D. Keraguan (Skeptis).
Keraguan adalah awal orang ingin bertanya, kemudian mencari penjelasan yang benar. Keraguan bila disertai hastrat ingin tahu, membuat manusia berfikir sampai akhirnya mendapatkan kejelasan dan memahami objek alam yang diragukan.

E. Berpikir radikal.
Artinya berpikir secara mendalam, untuk memcapai akar persoalan yang dipermasalahkan. Berpikir radikal justru hendak memperjelas realitas.



Lewat penemuan serta pemahaman akan keseluruhan realitas itu sendiri. (Iceberg phenomena).


Masukan : Fenomena --- Kegelisahan, Keheranan --- Menyangsikan, Meragukan --- Kegintahuan.



Proses      : Merenung :
                    1Menyadari masalah (menguji prinsip, menentukan pada objek yang lain).
                    2. Meragukan dan mengajukan ide.
                    3. Memeriksa penyelesaian sebelumnya (berpikir koheren).
                    4. Menyarankan Hipotesa.
                    5. Menguji konsekuensi (verifikasi).
                    6. Menarik kesimpulan.


Hasil         : Berpikir untuk mendapatkan kebenaran/kebajikan : Kritis, Radikal, Menyeluruh.

                     Kejelsan objek dan Pemahaman --- Menghasilkan : Konsep, Teori yang Koheren,                                                                                          Radikal dan Komprehensif.   

Gambar 1 : Bagan proses perenungan Filsafat.

                             

                                                


































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stategi Dan Program Pelaksanaan PKRS

Langkah-langkah Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok.